Sabtu, 29 Oktober 2022

BURUNG BURUNG SAWAH


Terlalu pagi. Embun saja belum kering. Angin saja masih terasa basah. Tapi engkau sudah bergerombol makan padi di sawah sawah petani. Seenaknya saja engkau makan bahkan dengan tega menyisakan ampas padi yang sudah kosong. Sekenyangnya saja engkau makan sampai tidak mengindahkan usaha petani yang merawat tanaman itu dari hari pertama sampai sekarang. Panen padi itu terancam gagal karena calon kandungan bijinya telah engkau hancurkan. 
Terlalu sore. Angin sudah mulai basah. Rasanya sudah dingin menusuk kulit dan tulang. Cuaca sekitar sudah mulai remang dan sebentar lagi tentu maghrib. Tapi engkau sungguh tak tahu diri. Tingkahmu semakin menggila. Engkau seperti tak mau pulang ke sarang. Masih bernafsu makan panen padi di sawah sawah petani. Membawa rombongan dalam jumlah besar engkau mengambil kesempatan ketika petani sudah lelah dan kemudian pulang. Seperti tidak perlu burung burung lain yang sudah siap siap tidur di kandang. Engkau bersama gerombolanmu tetap asyik makan dan makan. 
Ayolah burung burung. Hari kan sudah petang. Berhentilah makan dan cepatlah pulanglah ke sarang. Berhentilah di hari ini agar panen kami tak berkurang di kemudian hari nanti. 
Salam Literasi
Haidanto

Rabu, 26 Oktober 2022

MENULIS ITU MUDAH

 Resume ke 26

Gelombang 27

Tanggal 19 Oktober 2022

Tema = Menulis itu Mudah

Narasumber = Prof.Dr.Ngainun Naim

Moderator = Yandri Novita Sari


Moderator melakukan kilas balik bahwa di pertemuan pertama ( mirip cinta pertama ) resume yang masuk berjumlah 70,sementara di pertemuan 25 kemarin hanya tersisa 14 buah resume. Tebakan moderator sepertinya hampir benar karena banyak yang merasakan bahwa menulis itu seperti hantu yang menakutkan. Menulis itu dianggap bakat dan tidak semua orang mampu melakukan dengan mudah. Perasaan ini kadang paling besar menimpa para penulis pemula yang tidak memiliki percaya diri yang tinggi untuk mempublish tulisannya.

Ada seorang penulis terkenal bernama J.K Rowling,penulis yang berjuang dengan imajinasi dan mimpi mimpinya yang besar. Karya besar yang dihasilkannya dan kemudian meledak ketika difilmkan adalah Harry Potter. Setiap orang kenal dengan film tersebut karena film ini booming di jamannya.Bahkan J.K Rowling ini memiliki prinsip “ Saya hidup untuk buku,aku adalah buku “.Pembukaan hebat telah dilakukan oleh moderator malam ini yaitu Yandri Novita sari yang juga telah mendampingi pada pertemuan 11. 

Selanjutnya moderator memperkenalkan narasumber bernama Prof.Dr.Ngainun Naim,S.Ag,M.Hi seorang Guru Besar Universitas Tulung Agung. Beliau telah menulis banyak artikel baik itu di lingkup nasional ataupun internasional.Beliau juga telah memiliki karya buku solo dan antologi. Prof.Dr.Ngainun Naim lahir di Tulung Agung,19 Juni 1975. Beliau adalah penggiat literasi dan sepak terjang beliau dalam hal tulis menulis sudah tidak bisa diragukan lagi.

Tema yang disampaikan narasumber malam ini adalah MENULIS ITU MUDAH. Benarkah menulis itu mudah ? Jawaban pertanyaan ini adalah relatif dan bersyarat. Relatif artinya tidak selalu mudah,sementara bersyarat artinya jika syarat tidak dipenuhi ya tidak mudah juga.

Tulisan itu banyak jenisnya dan masing masing orang memiliki spesialisasi masing masing.Orang yang terbiasa menulis di blog setiap hari akan merasa kesulitan jika menulis karya ilmiah,seperti tesis,skripsi,disertasi atau jurnal ilmiah. Demikain juga sebaliknya. Orang yang terbiasa menulis ilmiah,akan menemui kesulitan ketika diminta untuk menulis tulisan populer, apalagi diminta menulis karya fiksi. Maka kesimpulannya adalah menulis akan menjadi mudah jika menulis sesuatu yang sesuai dengan kebiasan dan kemampuan kita. Mulai menulis hal-hal yang diketahui atau yang dialami sehari-hari. Kegiatan menulis akan terasa mudah karena sesungguhnya kita menikmati proses menulis sesuatu yang ringan yang kita alami sehari-hari.

Apa saja syarat syarat agar menulis itu mudah ?

  1. Motivasi

Semua kita bisa menulis. Jika menulis,abaikan semua ketakutan. Takut jelek,takut kurang bagus atau takut tidak dibaca orang. Abaikan semua itu karena tugas penulis adalah menulis dan menulis lagi. Musuh utama penulis adalah diri sendiri. Oleh karena itu kemudian dibangun MOTIVASI DIRI dan terus semangat untuk menulis dan menghasilkan tulisan. Tentukan apa motivasi kita menulis, apakh untuk karir,atau untuk kepentingan yang lain. Menentukan jenis motivasi ini juga akan turut menumbuhkan motivasi.

  1. Meyakini bahwa menulis itu Anugerah

Menulis hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki KEMAUAN dan KEMAMPUAN. Ada yang MAU tetapi tidak MAMPU,sebaliknya ada juga yang MAMPU tetapi tidak MAU. Sebab itulah kita harus mensyukuri anugerah bisa menulis dengan banyak menulis dan belajar untuk menulis.

  1. Menulis memberikan banyak keajaiban dalam hidup

Menulis juga memberikan banyak hal di luar nalar kita. Keajaiban itu bisa berupa materi ataupun ada juga yang berbentuk non materi. Sesuatu yang sepertinya tidak mungkin kadang kadang akan terlewati dengan baik dengan kita menulis dan menghasilkan tulisan.

  1. Jangan mudah Menyerah

Sama dengan kehidupan,jangan pernah menyerah untuk menulis.Berjuanglah dengan totalitas agar kemampuan menulis semakin hari semakin bertambah.

  1. Berjejaring

Saat sekarang ini jaman teknologi atau bahasa kerennya kita sekarang adalah di jaman Revolusi Indonesia 4.0 dan bahkan sebentar lagi akan masuk Revolusi Industri 5.0. Manfaatkan segala kemudahan yang diberikan oleh teknologi saat ini terutama dalam hal media sosial atau aplikasi aplikasi yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis kita.

  1. Menulislah sebanyak-banyaknya

Tidak perduli apakah karya tulis itu berkualitas atau tidak, kita berupaya menulis sebanyak-banyaknya. Diyakini jika kita terus menulis maka kualitas tulisan kita akan semakin meningkat dan kemampuan menulis akan mendarah daging. Menulis sebanyak sebanyknya ini akan menjadikan kita menjadi terampil. Nantinya kalau kita sudah ada pada taraf terampil maka akan sampailah kita pada tahapan kita TIDAK BERPIKIR LAGI untuk MENULIS tetapi sering akan KITA KAN MENULIS apa yang ADA DALAM PIKIRAN KITA.

KH Abdullah Gymnastiar pernah membuat akronim yang sangat menarik yaitu 3M artinya Mulai dari Diri Sendiri, Mulai dari yang Kecil, dan Mulai Sekarang Juga. Agaknya akronim itu juga sesuai jika kita terapkan dalam dunia kepenulisan. Akronim itu mesti digunakan untuk membangun tradisi baru. Tradisi tidak akan terbangun lewat retorika,tetapi lewat aksi. Problema terberat kita untuk membangun tradisi baru adalah memulai. Hal ini terjadi di semua lini kehidupan ,tak terkecuali dalam menulis. 

Menulislah hal-hal yang anda bisa,bukan yang anda harus bisa. Menulislah sesuatu yang relaistis,bukan idealis. Menulis dengan lurus tanpa harus disertai dengan kegiatan mengedit.


Salam literasi

Haidanto


Jumat, 14 Oktober 2022

MENULIS DI KALA SAKIT

 Resume ke 24

Gelombang 27 

Tanggal 14 Oktober 2022

Tema : Menulis di kala Sakit

Moderator : Raliyanti

Narasumber : Suharto


Malam ke 24 ini akhirnya mampu kuikuti setelah dua pertemuan kemarin lepas akibat kesibukan yang tak mampu aku pangkas. Alhamdulillah akhirnya frekuensiku kembali pulih. Lebih dalam aku bersyukur karena malam ini amat menginspirasi karena isinya berupa kisah motivasi dari seorang penulis hebat bernama Bapak Suharto. Terima kasih pada tim solid Om Jay yang amat kreatif menggugah keinginan menulis para peserta kelas.

Acara dibuka dengan narasi yang sangat bagus dari ibu moderator yaitu Ibu Raliyanti. Dengan uraian kata yang tersusun dengan alur yang bagus,mengarahkan perhatian kami kepada satu sosok yang kenudian dipanggilnya Cing Ato. Rasa penasaran semakin besar karena kemudian ditampilkan sampul buku dengan wajah ganteng penulisnya,Suharto


Malam ini memang tidak ada materi daging karena sesungguhnya malam ini hanyalah kisah inspiratif yang luar biasa dari narasumber kita seorang guru blogger madrasah seperti pada sampul buku di atas. Kegigihan beliau yang dimulai dari keinginan untuk naik pangkat dari III d ke IV.a mendorongnya belajar dan belajar menulis. Dan memang belajar itu tidak pernah dan jangan pernah mengenal kata berhenti. Hakekatnya belajarlah terus dimulai dari tangisan pertama kita sampai kita siap dimakan bumi,alias mati. Kisah itu dengan sangat bagus disampaikan oleh narasumber pertemuan malam ini.

Terdapat dua hal yang melatarbelakangi awal menulis seorang Cing Ato. 

Pertama, adanya gerakan literasi di madrasah tempat beliau mengajar, di mana pada waktu yang sudah murid diperintahkan membawa buku apa saja untuk dibaca, begitu pula dengan Cing Ato sebagai guru beliau pun ikut membaca terutama buku-buku terkait pendidikan dan motivasi yang menjadi favoritnya.

Kedua, adanya kebuntuan dalam menulis, di mana pada saat itu sebagai Wakasek Bidang Kurikulum, beliau mengalami kebuntuan dalam menuliskan hasil observasi terkait penulisan administrasi mengajar guru.

Berdasarkan hal tersebut di atas, beliau terus membeli buku-buku tentang menulis dan mencari pelatihan-pelatihan menulis di mana pun berada. Setiap libur sekolah beliau pasti ikut pelatihan menulis.

Pada akhir tahun 2016, dalam pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh KSGN,  beliau terpilih sebagai 4 peserta sebagai penulis terbaik. Dari sinilah beliau menerbitkan buku  antologi perdana berjudul  Bukan Guru Biasa.

Di akhir tahun 2017 pun beliau mengikuti Pelatihan Menulis Media Guru di Cipanas Jawa barat dan berhasil menerbitkan buku solo perdananya yang berjudul Mengejar Azan.

Tepat pada tanggal 18 Juli 2018, dengan hitungan jam. tubuh beliau tumbang tak berdaya seluruh syaraf yang ada mati semua. mulai ujung kaki sampai ujung rambut. hanya tersisa syaraf leher, hidung,telinga, mata dan memori. tepat malam jam 12 malam lidah beliau tertarik sejak itu suara beliau hilang sampai 4,5 bulan. 

Pada hari itu nafas pun sudah tidak bisa, jika pada saat itu beliau tidak berada dirumah sakit mungkin beliau  sudah tidak ada hari ini, tapi maha  kuasa Allah Alhamdulillah hari ini  beliau masih bisa membersamai kami sebagai narasumber di pelatihan belajar menulis.

Akhirnya saat itu nafas dibantu oksigen dan ventilator. leher dibolong hingga kini masih tersisa sedikit, tubuh beliau  penuh dengan selang. 4,5  bulan berada dirumah sakit. 1,5 bulan di ICU,  11 bulan di HCU dan satu bulan berada di ruang inap biasa.

Waktu itu dokter sudah angkat tangan, terpaksa beliau pulang ke rumah dengan kondisi masih sakit, 1,6 tahun tubuh beliau tidak bisa bergerak sama sekali, tidak ada yang bisa ia lakukan, hanya berbaring di tempat tidur Beliau pun sangat stress, galau menghampiri. sampai berkata kepada istri beliau " Umi lebih baik ayah mati  saja, kasihan dengan umi cape ngurusi ayah.

Setelah 1.6 tahun secara perlahan tubuh itu mulai bergerak. singkat cerita tangan sudah bisa menyentuh  muka sementara kaki masih terbujur kaku. Suatu hari HP istri beliau berdering, dan beliaupun meminta ART untuk mengambilkan, lalu diletakkan di atas dada beralas bantal. lalu beliau sentuh eh ternyata bisa menggunakan HP, horee katanya dalam hati. 

Babak baru kehidupan beliau akhirnya dimulai, Beliau meminta HP pribadinya yang selama 1,6 tahun tak pernah dilihat apalagi disentuh, nomornya sudah mati, akhirnya beli nomor baru sejak itu beliau melacak fbnya, cukup tiga hari baru ketemu passwordnya.

Dalam hati beliau berkata apa yang bisa saya lakukan dan bermanfaat untuk orang banyak, nah satu-satunya yaitu menulis itu yang beliau bisa dengan kondisi yang masih dalam keadaan sakit. akhirnya setiap hari beliau menulis.apa yang beliau derita dan alami, kemudian memposting di facebook. Ternyata banyak para pembaca yang tertarik, karena pada setiap artikel beliau selalu menyelipkan kalimat motivasi, sampai ada teman Om Jay membaca artikelnya, dan bertanya ini yang ditulis kisah orang atau diri sendiri.Om Jay pun menghubngi beliau lewat vicol , mengajak untuk ikut pelatihan gelombang 8.Dengan sisa tenaga yang ada, beliau berusaha untuk mengikuti sebatas kemampuan. Alhamdulillah, dengan pelatihan tulisan beliau semakin banyak nutrisinya, karena langsung beliau terapkan.

Akhirnya terbitlah buku solo kedua beliau yang ditulis ketika tubuh dalam kondisi berbaring, sejak itu beliau terus menulis dan menerbitkan hingga mempunyai 10 buku solo ber-ISBN. buku ke 11 sedang proses ISBN dan buku ke 12 sedang diedit

Sekarang apa yang dihasilkan beliau setelah menulis  ? Beberapa di antaranya adalah 

1. bisa mendesain cover buku

2. bisa melayout buku

3. kedatangan youtuber chanel sutrisno muslim "Guru  inspiratif dan chanel Akbar Zainudin "Guru inspiratif

4. mendapatkan penghargaan

5. mendapatkan uang

6. mendapatkan teman yang banyak

7. net working

8. mudah naik pangkat

9. dan bisa jadi narasumber

Alhamdulillah kuasa Tuhan melebihi segala kekurangan beliau.Dalam kondisi sakit,beliau malah mampu melahirkan banyak karya yang bermanfaat dengan topil yang tentunya beragam. Ada buku motivasi,ada buku pendidikan,ada novel islami,ada cerita pendek dan lain-lain dengan ciri khas dalam setiap tulisan,beliau selalu menyelipkan kata kata motivasi hebat untuk menempuh kehidupan yang keras ini. 


Semoga Cing Ato selalu diberikan kesehatan dan mudah mudahan Allah berkenan mengangkat segala penyakit beliau sehingga dapat beraktivitas normal seperti dahulu. Karena jika sudah berkehendak,maka tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah Sang Penguasa Alam Semesta. Terima kasih atas segala kisah yang penuh inspirasi ini .


Salam Literasi

Haidanto

Sabtu, 08 Oktober 2022

PEMASARAN BUKU

Resume ke 21
Gelombang 27
Tanggal 7 Oktober 2022
Tema = Penasaran Buku
Moderator = Mutmainnah
Narasumber = Agus Subardana
Semua orang akan mati terkecuali karyanya. Maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak”- *Ali bin Abi Thalib* 

Malam ini memasuki pertemuan ke-21. Artinya, Peserta sudah boleh menyusun naskah resume untuk dijadikan buku solo hasil pelatihan. Ditambah 10 pertemuan motivasi sebagai penguatan.Seperti yang kita ketahui buku merupakan muara akhir dari sebuah proses penulisan. 
Hasil tulisan kita tentu saja ingin bermuara menjadi sebuah buku, tetapi setelahnya bingung  bagaimana cara memasarkan buku yang sudah dicetak. 
Malam ini dipandu oleh moderator ibu Mutmainnah dari Lebak Banten dihadirkan seorang narasumber hebat bernama Agus Subardana dari Penerbit Andi. Tema yang diusung narasumber adalah Pemasaran Buku. 
Tujuan menulis adalah untuk menghasilkan karya buku yang kemudian disajikan kepada para pembaca. Secara  otomatis kita harus paham sajian apa yang  diminati oleh Masa. Tidak mudah   membidik selera dari konsumen yang lahir dari berbagai kalangan. Ada strategi khusus yang harus dilakukan agar buku yang kita tulis  benar-benar  dinikmati sebagai menu yang sangat dibutuhkan.
Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ).
Dari jenis – jenis katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis .  Faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran 1. Faktor Mikro , yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.
2. Faktor Makro yaitu demografi-ekonimi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.
Saat ini Penerbitan Andi dalam menjalankan bisnis Penerbitan Buku yang sedang kami terus jalankan masuk dalam faktor keduanya yaitu Faktor Mikro dan Makro. Hal ini dikarenakan Penerbit ANDI Offset sudah termasuk Industri Penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 42 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 20.000 judul buku yang telah di kelompokkan menjadi 32 katagori.
Strategi Pemasaran buku yang telah kami petakan menjadi dua strategi pemasaran yaitu 
1. Strategi Pemasaran Buku serangan Udara 
2. Strategi pemasaran buku serangan Darat, 
dengan berlandaskan pada faktor mikro dan faktor makro tersebut di atas.

Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara. (On Line )
Pemasaran buku lewat Onlin Penerbit ANDI saat ini penggarapan pasar dengan bisnis On Line mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah digital marketing.
Digital marketing merupakan teknik pemasaran terkini, yaitu sebuah teknik memasarkan produk atau jasa dengan mengandalkan media online atau internet.Saat terjadi pendemi Covid 19 melanda dunia kita dalam dunia biisnis harus bisa mengikuti perkembangan era digital seperti sekarang ini, bisnis tidak akan bisa survive jika tidak mengikuti kemajuan zaman dan juga keinginan customer maka akan dipastikan usaha tidak sebaik dulu. Ketika kita ingat di zaman dulu iklan dengan brosur dan baliho besar ada dimana mana, sekarang cara mengiklan ataupun kampanye jauh lebih mudah. Karena dengan adanya internet membawa perkembangan yang signifikan bagi kehidupan kita.
Jenis-jenis digital marketing yang kita terapkan di Penerbit ANDI Offset terapkan antara lain
 1. Content marketing 
adalah salah satu jenis digital marketing yang berfokus pada pembuatan dan pendistribusian konten untuk target pasar tertentu. Tujuannya adalah untuk menarik aksi menguntungkan dari calon pembeli potensial. Ada banyak pilihan content marketing mulai dari blog, podcast, infografik, dan lainnya. 
2. Search Engine Optimization (SEO). 
SEO bisa menjadi strategi menarik pengguna internet untuk mengunjungi website Penerbit Andi Offset (andipublisher.com) dan kemudian membeli produk yang kita tawarkan.
3. Search Engine Marketing (SEM)merupakan upaya untuk mengoptimasi website di mesin pencari, Search Engine Marketing (SEM) merupakan strategi pemasaran digital yang bertujuan meningkatkan visibilitas website di hasil pencarian mesin pencari atau yang dikenal dengan istilah SERP
4. Social Media Marketing
 memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk promosi dan pemasaran suatu brand. Kita bisa menerapkan social media marketing di beberapa platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Tiktok dan lainnya.
5. Email Marketing.  
strategi marketing yang satu ini menggunakan media email untuk bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.
6. Instant messaging marketing 
bisa menjadi pertimbangan kami saat hendak melakukan promosi dan pemasaran produk secara online. Ini merupakan tren komunikasi masa kini, di mana kami bisa memanfaatkan penggunaan Whatsapp, Facebook Messenger, WeChat, dan platform messenger lainnya.
7. Influencer Marketing . 
Kehadiran influencer membawa pengaruh besar pada para fans dan pengikutnya. Orang-orang akan lebih tertarik menggunakan barang yang digunakan atau ditawarkan oleh seorang influencer
8. Video marketing 
untuk melengkapi strategi pemasaran digital yang sedang dijalankan. Video menjadi salah satu media yang bisa kami gunakan untuk tujuan promosi dan pemasaran.
9. TV. ANDI AKADEMI . 
Penerbit Andi Offset mempunyai Chanel TV Youtube Nama Chanel Youtube TV. ANDI , Pemasaran melalui channel Youtube  juga dinilai sangat efektif karena orang-orang menghabiskan waktu yang lumayan lama di hp android . Saat ini bahkan kita bisa menonton acara secara online melalui layanan streaming.
10. Kami juga telah berkerjasama dengan marketplace seperti bukalapak, shopee, dll serta moitra / reseller

Untuk penjualan buku lewat Online ini kita harus terus proaktive untuk terus melakukan promosi dengan tujuan sebagai berikut
1.Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial
2. Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah sehingga kesetiaan konsumen terjaga.
3. Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu
4. Menaikkan penjualan dan profit
5. Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing
6. Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan
7. Mengubah tingkah laku , persepsi dan pendapat konsumen

Pemasaran Buku Lewat Komunitas

Kita tentunya punya komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas (membuat Grup w.a dll)dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.

Strategi pemasaran buku serangan Darat (OF LINE ).

Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Kami Penerbit Andi telah mempunya 43 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.

Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju , antara lain :
1. Toko Buku
Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri , sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka  kita perlu pemetaan jenis toko buku. Saat pandemi covid saluran distribusi lewat Toko buku sangat berat sekali dan banyak toko buku yang gulung tikar. Namun saat ini toko buku mulai mengeliat kembali walaupun belum 100 Percent pulih seperti sebelum Covid

Toko buku ini kita petakan menjadi tiga jenis yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional.

1. Toko buku modern yaitu Gramedia Books Store, Gunung Agung Books Store dan TogaMas Books Store. Toko Modern ini mempunyai sistem transaksi mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem centralisasi dan sebagainya.

2. Toko buku semi modern biasanya masih dikendalikan dan mengunakan sistem administasi penjualan per toko .  

3. Toko Tradisional biasanya sistem transaksinya masih manual .

Untuk itu saluran toko buku tersebut di atas masih dijadikan jalur distribusi oleh para Penerbit buku dengan sistem titip jual / konsinyasi, kecuali toko buku tradisional diberlakukan kredit dan jual putus.

Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan , antara lain :
1. Menguasai display buku , supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol .
2.Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner
3. Mengadakan Bedah Buku , Talkshow dan potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu.
4. Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan,  Program TAB, Program TAM , dll )
5. Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan , kuncinya kita proaktive komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.
 Penerbit Andi Offset mempunyai Sales Toko Buku disetiap cabang - Cabang besar di Indonesia yang bertugas untuk mendisplay buku, menawarkan produk ke konsumen yang datang ke toko dan melakukan R.O

Strategi Pemasaran melalui Direct Selling
Penerbit Andi mempunyai Cabang di Indonesia sebanyak 96 Cabang dari Aceh s.d Papua. dan Mempunyai Sales / Marketing di setiap cabang tersebut. Pemasaran Buku melalui Directselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :
1.Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).

2. Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah

3. Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum

 Dengan pemetaan jenis katagori tersebut diatas maka kami sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) .
Tugas Tenaga Penjual / sales tersebut kita beri tanggungjawab target sesuai maping areanya masing – masing yang bertugas :
- Kunjungan langsung ke tiap sekolah
- Kunjungan langsung ke setiap kampus
- Kunjungan langsung ke setiap Perpustakaan sekolah, Perpus Kampus, Perpustaan Daerah dll.
- Dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak Internal Sekolah, Kampus, Perpustakaan dll. Sehingga dampaknya hasil penjualan buku dapat meningkat. Tenaga penjual / Sales tersebut akan berjuang untuk bisa menguasai areanya dan pelakukan penetrasi pasar untuk bisa transaksi sesuai target yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.

Strategi pemasaran buku dengan Melakukan Event – Event 

Aktive dalam melakukan event – event  seperti event Pameran buku, dalam seminar, webinar , workshop, Tryout, dan sebagainya.

Demikian resume materi Pemasaran Buku yang disampaikan narasumber

Salam Literasi

Haidanto

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

Resume ke 20
Gelombang 27
Tanggal 5 Oktober 2022
Tema = Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie
Narasumber = Raimundus Brian Prasetyawan, S.
Moderator = Rosminiyati
Malam ini Rabu 3 Oktober 2022 kita memasuki pertemuan ke 20 Kelas Belajar Menulis Angkatan 27. Kelas yang diharapkan menjadi pembatas terseleaaikannya tugas membuat resume setiap pertemuan. 
Pertemuan malam ini dipandu oleh ibu Rosminiyati dengan tema yang semakin familiar di telinga para peserta yaitu Menerbitkan buku semakin mudah di Penerbit Indie. Narasumber nya juga amat akrab yaitu Raimundus Brian Prasetyawan, S. Pd atau lebih dikenal dengan Pak Brian. 
Salah satu kegiatan kelas BM ini adalah meluncurkan buku solo sebagai syarat kelulusan dan mendapatkan sertifikat bernilai 40 jam. Pada pertemuan sebelumnya ada *Penerbit Kamila Lamongan* ( *Pak Mukminin*) yang telah memperkenalkan penerbit tersebut sekaligus ketentuan yang dapat diikuti, ada juga *Bu Kanjeng* yang siap dengan Penerbit *Oase.* Bahkan, ada penerbit mayor -  *Penerbit Andi* - yang siap menampung karya buku Bapak/Ibu jika memenuhi syarat/ketentuan yang berlaku. 

Apa pun penerbitnya, yang terpenting untuk menerbitkan buku adalah menyiapkan naskah terbaik Bapak/Ibu.Karena pertemuan ini sudah *ke-20,* ada baiknya mulai menentukan judul dan _outline_ (daftar isi)-nya.Selanjutnya, terapkan ilmu yang disampaikan Pak D Susanto dengan memaksimalkan penggunaan *KBBI* dan *PUEBI.*.Jika naskah buku sudah siap, kita harus segera menentukan penerbit untuk menerbitkan buku kita agar pengaturan naskah kita sesuai dengan ketentuan penerbit yang kita pilih terkait *bentuk huruf, spasi, margin, _lay out,_ dll.

Narasumber malam ini adalah Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd.

Silakan kunjungi profil beliau pada tautan berikut ini, dan
tinggalkan decak kagumnya di kolom komentar. 👇
https://www.praszetyawan.com/p/profil.html

Narasumber kali ini adalah sosok guru _blogger millennial_ nan ganteng ini lahir di Jakarta, 30 Juni 1992, tinggal di Bekasi, dan berprofesi sebagai guru SDN Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta sejak tahun 2015-sekarang. Berbagai capaian telah diraih beliau terkait blog dan tulisan.Beliau adalah alumnus *Belajar Menulis PGRI gelombang 4* yang mengabdikan diri sebagai pengurus kegiatan Pelatihan Belajar Menulis ini, termasuk menerbitkan sertifikat peserta yang lulus.

Seperti biasa, pertemuan malam ini dibagi menjadi 4 sesi: yaitu 1. Pembukaan 2. Pemaparan materi 3. Tanya Jawab dan 4. Penutup 

Banyak tantangan yang harus dilalui untuk bisa konsisten menulis resume di blog Butuh ketegaran dan ketabahan menghadapinya hingga sampai pada pertemuan yang ke 20.Malam ini pertemuan ke 20. menjadi syarat minimal membuat resume sampai 20 pertemuanJika tidak pernah putus membuat resume dari pertemuan 1 sampai malam ini, berarti sudah memenuhi syarat pertama. Sehingga bisa lanjut mengerjakan syarat ke 2 yaitu membuat buku solo

Para peserta berjalan sendiri dalam membuat buku solo. Bapak/ibu menghubungi sendiri penerbitnya dan ikuti panduan/ketentuan dari penerbit tersebut.Disisi lain mungkin ini pengalaman pertama peserta membuat buku,sehingga pertemuan malam ini diharapkan membantu peserta agar bisa menjalani langkah menerbitkan buku. 

Sekarang ini akan semakin mudah karena sudah ada penerbit indie yang melayani penerbitan buku tanpa seleksi.Dahulu ketika penerbit indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu bahwa penerbit buku yang ada itu hanya penerbit mayor seperti Gramedia, Grasindo, Erlangga, Elex media, Andi, dan lain lain. Penerbit mayor menerapkan seleksi naskah, sehingga belum tentu naskah kita diterima. Hal ini memang dilakukan agar penerbit mayor mendapat naskah yang benar-benar berkualitas dan diperkirakan akan laku di pasaran.

Tahap seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis harus berjuang mencoba mengirim naskah ke beberapa penerbit hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Penolakan naskah menjadi makanan sehari-hari penulis. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama.
Kini ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut.Naskah pasti diterbitkan Proses penerbitan mudah dan cepat Proses menerbitkan di penerbit mayor bisa lebih dari setahun, tetapi kalau di penerbit Indie dalam hitungan bulan saja. Bukan bermaksud membandingkan Penerbit indie dan Penerbit mayor, tetapi setiap penulis perlu berhitung dengan tepat mempertimbangkannya secara matang.  Jadi untuk penulis pemula yang baru pertama kali akan menerbitkan buku, bisa dicoba mengawali di penerbit indie. Jika bukunya cepat terbit akan menjaga semangat menulis. Suatu saat nanti akan ada waktunya kita perlu merasa upgrade jika sudah sering menerbitkan di penerbit indie,maka tentu kita perlu tantangan lagi dalam menulis. Barulah penerbit mayor tepat untuk penulis yang ingin upgrade.Misalnya Bu Aam, Bu Rita, Bu Ditta, sudah punya buku penerbit mayor. Bisa mencapai penerbit mayor, karena sebelumnya terbiasa rutin menulis dan menerbitkan buku di penerbit indie.  Leaimpulannya adalah ketika kemampuan menulis kita telah meningkat, barulah kita mencoba menerbitkan buku di penerbit mayor. 

Salam Literasi

Haidanto

Rabu, 05 Oktober 2022

Kisah Perjalanan Keliling Dunia

Resume ke 19
Gelombang 27
Tanggal 3 Oktober 2022
Tema = Kisah Perjalanan Keliling Dunia
Moderator = Lely Suryani
Narasumber = Dr. Taufik Hidayat
Pertemuan 19  ini dikawal oleh seorang moderator muda yang sarat pengalaman. Ibu Lely Suryani. Seperti pada pertemuan ' pertemuan sebelumnya.. kita bagi menjadi beberapa sesi yaitu:
1. Pembukaan
2. Perkenalan
3. Materi inti
4. Tanya jawab
5. Penutup. 
Sebagai pembuka sebelum menyerahkan kendali pertemuan kepada narasumber, moderator mempersilahkan para peserta untuk berdoa  menurut agama dan kepercayaannya masing masing. Moderator mengharapkan  ketika berdoa para peserta melakukannya dalam sikap duduk sempurna. 
Pada kesempatan  berikutnya, disampaikan narasi tentang narasumber. Narasumber yang dihadirkan adalah Dr. Taufik Hidayat. Tema yang diusung pada malam ini adalah kisah perjalanan berkeliling dunia . Taufik Hidayat lahir pada tahun 1961 dan saat ini berprofesi sebagai dosen di sebuah Universitas di Bekasi.   Tamat sekolah penerbangan di Curug dan kemudian mengawali karir di dunia penerbangan. Karri ini yang membawanya berkelana ke manca negara dan sudah sekitar 70 negara di pelosok dunia sempat dikunjungi.  Pendidikan terakhir adalah di Pasca Sarjana Sekolah Kajian Strategis dan Global Universitas Indonesia dalam bidang Kajian Timur Tengah dan Islam. Banyaknya perjalanan yang dilakukan beliau diabadikan dengan menuliakannya dalam sebuah karya dan dikumpulkan menjadi sebuah buku. Sampai saat ini sudah beberapa belas buku ditulisnya termasuk 1001 Masjid di 5 Benua yang terbit pada 2015.  Taufik juga hobi menulis dan selain di Kompasiana, YPTD pernah juga menjadi kontributor di Intisari, serta Inflight Magazine Garuda Indonesia, Colours. 
Dr. Taufik Hidayat atau lebih dikenal dengan nama Taufik  UIEKS yang merupakan singkatan dari mantan UI dan Ekonomi Keuangan Syariah. Suatu nama yang diberikan Pak Thamrin sebagai upaya untuk memudahkan dicari dalam google search. 
Kisah perjalanan keliling dunia yang ditulis oleh narasumber adalah kisah kunjungan beliau ke mesjid mesjid yang ada di muka bumi. Hampir menyentuh 5 benua dan berbagai cerita dihasilkan dari perjalanan tersebut. Beberapa diantaranya adalah
Sebagian masjid-masjid yang pernah dikunjungi di sebelah atas kiri sampai kanan masjid Omar Ali Syaifuddin di Brunei. yang tengah Jumma Masjid di Bangalore India, kanan Masjid di Esfahan Iran, namanya Shah Mosque, yang bawah, masjid di Iskandariyah Mesir Tengah Mesjid Niujie atau Jalan Sapi di Beijing, dan kanan Masjid India di Kuala Lumpur,
Bukan hanya perjalanan ke mesjid mesjid ternama di dunia, tapi beliau juga piawai menuliskan acara jalan jalan beliau. Acara jalan-jalan beliau yang atas bersama suku Masaai di Kenya. itu di Masaai Mara tempat safai. yang tengah Masjd Qul Syarif di Kazan Tatarstan. yang kanan atas bukan masjid tapi pemandian air panas di Tiblisi Georgia Kaukasus Selatan. yang bawah kiri bersama almarhum teman saya yang menjadi syuhada waktu penembakan di majid Annur di christchurch di Selandia Baru. photo itu tahun 2017. beliau meninggal 2018.  yang kanan di depan stasiun metro (MRT) di Kazan. 
Buku berjilid yang ditulis Pak Taufik UIEKS ini laris manis di pasaran. Gaya bertutur yang hangat membuat bukunya enak dibaca dan tidak membosankan. Ini tiga buku Bapak Taufik mengenai masjid-masjid  setelah dua buku sebelumnya Mengembara ke Masjid-masjid di Pelosok Dunia dan 1001 Masjid di Lima Benua terbitan Mizan
Untuk menuliskan kisah perjalanan itu kita mesri berusaha mengambil beberapa photo, dan cari yang menarik tentang tempat wisata tersebut. Usahakan tidak menceritakan hal hal umum yang terdapat di mesjid lainnya. Kisah perjalanan itu bisa langsung ditulis lebih bagus, karena lebih segar dan lekatsi ingatan kalau sudah lama juga bisa asal ada photonya kemudian kita bisa mengingat berdasarkan photo tersebut, kemudian tambahkan kisahnya dari brosur wisata, cerita pemandu wisata. wawancara atau informasi apa saja supaya berwarna dan menarik. 
Tips untuk menuliskan deskripsi suatu tempat yg kita kunjungi agar pembaca bisa merasakannya sebenatnya berkaitan dengan gaya penulisan.Pak Taufik selalu mecoba untuk melukiskan suasana sekitar dengan kata-kaya coba jabarkan suasana lanhit anhin pohon dan kalau masuk bangunan coba detail pintu atap langit-;angit dan seakan-akan kita mengajak pembaca ke 
sana. 

Salam Literasi
Haidanto

Minggu, 02 Oktober 2022

MENULIS PUISI

Resume ke 18
Gelombang 27
Tanggal 30 September 2022
Tema = Menulis Puisi
Moderator = Dail Ma'ruf
Narasumber = DR. E. Hasanah, M.Pd

Pertemuan ke 18 terasa istimewa karena tema yang diusung adalah Menulis Puisi. 
Pemandu pertemuan kita adalah Bapak Dail Ma'ruf sedangkan narasumbernya adalah Dr. E. Hasanah, M. Pd.yang baru saja menyelesaikan S3 dalam ilmu pendidikan prodi manajemen pendidikan sesuai dengan tugas sebagai pengawas pada Madrasah Aliyah.
Secara merendah, narasumber memohon maaf bahwa beliau sebenarnya bukan *ahli dalam puisi*, hanya diberi kehormatan dan kesempatan serta kepercayaan untuk sharing sj ya. Sy alumni BM gelombang 18. Berikut CV Narasumber sekaligus Buku terupdate yang ditulis oleh beliau. 
Buku terakhir ini adalah kumpulan puisi dari para peserta 25 dan 26. Cukup cantik karena Ibu Hasanah juga cantik. Beliau juga mengharapkan antusiasme para peserta Kelas BM angkatan 17 untuk juga membuat antolofi puisi seperti pada angkatan angkatan sebelumnya. 
Saya berpikir bahwa puisi adalah karya sastra yang unik dan menarik. Ada banyak keindahan ada banyak teknis penulisab yang perlu dipahami dan dicintai dan yang paling penting adalah karya sastra yang ditulis dengan menggunakan perasaan dan emosi tinggi. 
HB Jassin salah seorang budayawan kita mengatakan bahwa puisi itu  karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan/pikiran serta tanggapan terhadap sesuatu. 
Satu contoh puisi yang ditampilkan oleh moderator adalah puisi karya Dr. Nastain sebagai berikut

" Dalam remang senja aku teringat
Ketika rasa itu menjelma
Aku terbuai dengan merdu suaramu
Termenung menyaksikan senyum terindah
Sampai menuju suatu arah
Yang membawaku larut dalam resah
Resah memikirkanmu aku terperangah
Pandangan itu membuatku melayang
Hingga pada titik dimana aku sedang tidak mengerti
Mengapa aku seperti ini
Bahwa cinta masih menguasaiku
Rasa ini mengalir tiada henti

Tatapan itu selalu menjadi candu untukku 
Tatapan yang menyiratkan sebuah rasa yang tak aku tau
Tapi aku dapat merasakan rasa yang sedang ia rasakan
Semoga ini bukan hanya feeling 
Tapi ini nyata dan segera terjadi.

Dulu aku kira kau hanya akan aku jadikan pelampiasan
Tapi sekarang, perasaan itu tumbuh tanpa aku sadari
Dan semoga kau bahagia mendengarnya 
Karena saat ini kau bukan lagi pelampiasan
Melainkan rumah menetap ternyaman bagiku.

Tuhan
Bolehkah aku beristirahat sekejap saja?
Aku lelah dengan semua ini 
Ingin pergi tapi tak mampu

Apakah aku tak ditakdirkan untuk bahagia?
Kenapa setiap kali aku bahagia selalu saja di hancurkan?
Bahkan mereka tak pernah mengharapkan kehadiranku
Apakah aku ini tak berguna?

Aku ingin pergi 
Aku ingin bahagia dan merasakan ketulusan dari seseorang 
Kenapa aku selalu di patahkan?
Kenapa aku harus di hancurkan?
Kenapa aku tak di anggap ada?

Jika mereka tak ingin aku ada
Kenapa mereka merawatku
Aku tak pernah berharap dilahirkan 
Aku tak pernah berharap tuk di cintai 
Aku tak pernah berharap tuk di hargai
Karena aku hanya akan menjadi beban hidup mereka

Dalam janjiku kala itu
Akan ku kunci hatiku untuk siapapun
Tapi kau hadir menaburkan rindu
Membuatku tanpa sadar menjadi candu

Canduku akan rindumu
Rindu yang katamu tak lagi bersuara merdu
Kala kekasih hati tak membalas salammu
Rinduku padamu juga tak sampai, tapi hatiku tak 'kan gentar

Bisakah cinta mempersatukan disaat rindu berlainan?
Bisakah hidup jadi sempurna disaat tanpamu, dayita?
Dayita kalbu katanya
Berirama layaknya lagu asmara

Aku hanya mampu menyuarakan pada Tuhan
Perihal rasa yang tumbuh tanpa pegangan juga perihal rindu yang tak terbalas karena berbeda perasaan
Rasaku ditanggung sendiri tak mau di ungkapkan
Mungkin sampai waktu yang menyingkap takdir kehidupan

Harap dan rasa mencuat
Beku, ngeri, menyayat hati
Kupikir dunia itu indah
Nyatanya semua semu belaka

Amaraloka
Cinta, kasih, hati, romansa
Akankah bisa tanpa bhama?

Kupinang kalbu merenggut malam syahdu
Memejamkan mata membina romansa
Saban hari bersama rasa
Kuagungkan cinta dalam amaraloka

Aduhai kasih dan sayang yang kian membara
Kupinta satu tuk jangan mendua
Kupinta dua tuk jangan mementingkan bhama
Kupinta banyak untuk saling menjaga dalam amaraloka
Semoga tetap bersama sampai ajal tiba.

Ada sapa yang tak bernama
Mengoceh ulah membual makna sayang
Menggaruk isi kepalaku
Lalu, langsung menggoda _I love You_

Dari kelam yang pernah surut
Pada badai yang menerjalkan kapal
Hingga harap setinggi tempat bintang
Ternyata belum setahun sudah dihilang
Oleh wanita penggoda perebut tuan

Mungkin saja, kau macan yang liar
Hingga takdir meredupkan rasaku tanpa pijar
Mungkin saja, ada yang datang lalu menghibur
Sebab insan yang tak berarah 
Berkeliaran memburu kedamaian 

Dari sebuah pergi, di sini lahir rindu yang suci. Mungkin, hanya ini yang bisa kujaga abadi, tak lekang macam cintamu yang layu ketika diuji. Rindu ini tak kubiarkan mati, meski legam dibakar sepi.
Rindu ini tak kubiarkan mati, 
sebelum masa memutus nadi.
Rindu ini tak kubiarkan kau ambil kembali, sekalipun kau tawarkan kata kembali.
Rindu ini entah kapan mati, sekalipun kupinta ia abadi ". [Nasta'in]

Melihat contoh puisi yang ditampilkan moderator tentu kita melihat beberapa hal yang penting diketahui sebelum kita menulis puisi. Diantaranya adalah 
1. Rima itu bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata untuk memperindah puisi dan menggambarkan perasaan penulisnya.
2. irama adalah pengulangan bunyi yang biasanya tersusun rapih.
3. Matra adalah ukuran banyaknya tekanan irama.
4. Larik itu *baris* dalam puisi, bisa satu kata, bisa frase, bisa pula sebuah kalimat.
Selanjutnya narasumber menambahkan bahwa struktur fisik sebuah puisi adalah sebagai berikut
1. Bentuk
Berbentuk baris dan bait
2. Diksi
Pemilihan kata kata indah   dan memiliki kekuatan makna. 
3. Majas
Bahasa kias yang digunakan seorang penyair untuk  menyampaikan isi hatinya. 
5. Rima
Persamaan bunyi di baris atau akhir baris untuk memunculkan keindahan bunyi. 
Narasumber juga menyampaikan jenis jenis puisi menjadi dua macam yaitu Puisi Lama dan Puisi Baru. Puisi Lama adalah puisi yang masih terikat dengan aturan aturan jumlah kata dan suku kata, persajakan dan jumlah baris dalam satu bait. Puisi Baru adalah puisi yang bentuknya lebih bebas dari puisi lama dalam artian tidak terikat lagi pada aturan aturan baku. 
Dengan memahami jenis jenis puisi di atas, maka kita akan dapat memilah puisi yang kita baca dan kita buat. Kita juga bisa menentukan sikap tentang puisi jenis apa yang paling aku suka dan paling aku bisa saat menulianya. Karena seperti materi pada pertwmuan sebelumnya bahwa karya pertama kita sebaiknya adalah karya tulis yang paling aku bisa dan paling aku suka. 
Inilah contoh beberapa puisi baru dari berbagai penulis terkenal

Bagus bagus dan sarat dengan makna. Maknanya sukar ditebak dan diterka. Puisi jenis baru ini sekarang lebih diauka karena menjadi sarana yang tepat untuk menuangkan perasaan dan emosi tanpa harus terikat dengan aturan aturan baku dalam puisi lama

Salam Literasi 
Haidanto