Kamis, 22 Januari 2026

KEBIASAAN YANG BISA MERUSAK OTAK

Ada beberapa kebiasaan yang tidak sadar kita lakukan tetapi justru jika dilakukan secara terus menerus akan bisa merusak otak. Apakah itu. ?
  1. Makan Sambil Scroll Media Sosial. Kebiasaan ini lebih berbahaya dari yang kita kira. Ketika makan sambil main HP, otak kita dipaksa multitasking. Akibatnya otak jadi stress karena harus fokus ke dua hal sekaligus. Belum lagi, kita jadi tidak sadar sudah makan berapa banyak. Yang lebih parah, informasi berlebih dari medsos saat makan bisa ganggu produksi enzim pencernaan. Ujung-ujungnya, nutrisi yang harusnya sampai ke otak malah tidak terserap maksimal.
  2. Jam Tidur Berantakan. Saya sering melihat banyak orang yang bangga bisa begadang sampai pagi. Padahal, kebiasaan ini sama bahayanya dengan menenggak racun pelan-pelan. Tidur tidak teratur bikin otak kebingungan kapan harus memulai proses 'bersih-bersih'. Ya, otak kita punya sistem pembersihan yang namanya glymphatic system. Sistemnya cuma aktif waktu tidur malam. Kalau tidurnya berantakan, sampah metabolisme numpuk di otak. Lama-lama bisa bikin pikun lebih cepat.
  3. Kurang Minum Air Putih. Dehidrasi itu musuh besar otak. Cuma kurang 2% cairan aja, kemampuan otak langsung turun 30%. Bayangkan, otak kita 73% airnya. Kalau kurang minum, sel-sel otak jadi seperti tanaman kekeringan. Mereka akan mengerut dan tidak bisa bekerja optimal. Efeknya? Konsentrasi buyar, mood naik turun, sampai sakit kepala.
  4. Terlalu Sering Pakai Headset. Saya tahu musik itu asyik. Tapi dengerin musi{k keras-keras pakai headset itu seperti nyiksa sel-sel otak. Getaran suara yang terlalu kencang bisa merusak area otak yang ngurus pendengaran. Yang lebih mengkhawatirkan, kerusakan ini sifatnya permanen. Sel-sel saraf telinga yang rusak tidak bisa tumbuh lagi.
  5. Makan Junk Food Terus-terusan. Ini bukan soal gemuk atau kurus. Makanan cepat saji itu miskin nutrisi tapi kaya racun. Lemak trans dan gula berlebih dalam junk food bikin pembuluh darah di otak jadi kaku dan sempit. Akibatnya? Aliran darah ke otak berkurang, oksigen tidak cukup, sel-sel otak jadi lemas. Sama seperti mobil dikasih bensin campur air, performanya pasti turun.
  6. Jarang Gerak. Otak butuh gerak, bukan cuma duduk seharian. Ketika kita bergerak, darah mengalir lebih lancar ke otak. Plus, aktivitas fisik memicu produksi BDNF, semacam pupuk alami untuk sel otak. Tanpa gerak, otak jadi seperti tanaman di ruang gelap - kurus dan tidak berkembang.
  7. Kebanyakan Main Game. Game memang seru. Tapi main game berlebihan itu seperti memberi otak kopi terus-menerus. Dopamin - hormon 'bahagia' - dipaksa keluar terus. Lama-lama, otak jadi kebal. Aktivitas normal jadi terasa membosankan. Yang lebih bahaya, area otak yang ngurus kontrol diri jadi lemah.
  8. Perfeksionis Berlebihan. Ngejar kesempurnaan terus-menerus itu sama dengan menyiksa otak. Otak dipaksa selalu waspada, cortisol (hormon stress) naik terus. Efeknya? Sel-sel otak bisa mati lebih cepat.
  9. Kurang Sosialisasi. Manusia itu makhluk sosial, bukan robot. Kurang interaksi sosial bikin area otak yang ngurus empati dan komunikasi jadi kerdil. Sama seperti otot yang tidak dipakai, kemampuan sosial kita bisa 'atrofi' atau mengecil kalau tidak dilatih.
  10. Menahan Buang Air Kecil. Ini kebiasaan sepele tapi efeknya serius. Menahan pipis bikin tekanan di kandung kemih naik. Tekanan ini bisa mengganggu aliran darah ke otak. Belum lagi stress yang timbul karena menahan diri terus-menerus. Otak jadi tidak bisa fokus karena sibuk 'menahan'.

Selasa, 20 Januari 2026

Memaknai Kelelahan

Pernah nggak sih kamu merasa badan lemas dan pikiran buntu padahal merasa sudah tidur cukup? Kelelahan itu sebenarnya sinyal alami dari tubuh, mirip seperti lampu indikator bensin di kendaraan yang mulai berkedip. Manusia mengalami lelah karena energi kita memang terbatas. Setiap aktivitas, mulai dari bekerja di depan laptop, terjebak macet, hingga memikirkan cicilan atau masa depan, semuanya menguras baterai internal kita secara fisik maupun mental.
Penyebab utama kelelahan sering kali bukan cuma karena kurang gerak, tapi karena "mesin" tubuh dipaksa bekerja terus-menerus tanpa jeda. Selain faktor fisik seperti kurang tidur atau pola makan yang berantakan, tekanan pikiran atau stres juga jadi pencuri energi yang luar biasa besar. Saat otak kita bekerja terlalu keras memproses kecemasan, tubuh akan merespons dengan rasa lelah yang luar biasa, seolah-olah kita habis berlari maraton padahal hanya duduk diam di kursi kerja.
Lantas, bagaimana cara terbaik mengatasinya? Langkah pertama yang paling ampuh bukanlah kopi bergelas-gelas, melainkan memberikan hak tubuh untuk istirahat berkualitas. Tidur yang nyenyak selama 7-8 jam adalah cara mutlak bagi sel-sel tubuh untuk memperbaiki diri. Selain itu, jangan remehkan asupan air putih; terkadang rasa lelah yang kita rasakan sebenarnya hanyalah sinyal dehidrasi ringan yang membuat aliran darah ke otak jadi kurang lancar.
Selain istirahat fisik, kita juga butuh yang namanya istirahat mental. Cobalah untuk melakukan digital detox alias menjauh sebentar dari layar HP. Melihat tumpukan informasi di media sosial justru sering membuat otak makin panas. Carilah aktivitas yang berbeda dari rutinitas harian, misalnya jalan kaki santai di sore hari tanpa melihat ponsel. Aktivitas fisik ringan seperti ini justru bisa memicu hormon endorfin yang membuat badan terasa lebih segar dan pikiran lebih jernih.
Terakhir, ingatlah bahwa kita bukan robot yang diciptakan untuk produktif 24 jam non-stop. Mengenali batasan diri sendiri adalah bentuk mencintai diri yang paling dasar. Jangan merasa bersalah saat kamu perlu mengambil jeda atau berkata "tidak" pada tugas yang sudah berlebihan. Dengan menjaga keseimbangan antara kerja, asupan nutrisi, dan ketenangan pikiran, kita bisa menjalani hari dengan energi yang tetap stabil tanpa harus sering-sering merasa tumbang.

Jumat, 19 Desember 2025

Malu dan Kurang Pede

Pada Rabu 17 Desember 2025 kemarin dilakukan reformasi organisasi kepala sekolah di kecamatan ku., Kurang ajarnya acara tersebut dilakukan secara dadakan tanpa ada pemberitahuan ataupun persiapan sebelumnya. Langkah itu dilakukan karena jika dilakukan dalam situasi resmi dan tertatadipastikan akan banyak kepala sekolah yang tidak menghadiri undangan. Alasannya adalah kuatir saja jika mereka hadir mereka akan dipilih menjadi pengurus organisasi tersebut. Maka digagaslah acara reformasi pengurus seperti pola tersebut dan hasilnya dalam waktu singkat berhasil dipilih dan dikukuhkan pengurus organisasi KS yang baru untuk masa bakti 2026 sampai dengan 2029.
Mengapa sebagian besar orang merasa malu untuk tampil di even yang dihadiri banyak orang seperti halnya cerita di atas. ?  
Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang itu malu tampil di hadapan banyak orang ?  Salah satu penyebab utama adalah takut dinilai—khawatir terlihat salah, ditertawakan, atau tidak memenuhi harapan orang lain. Rasa takut ini muncul karena manusia secara alami ingin diterima dalam lingkungan sosialnya.
Selain itu, kurangnya kepercayaan diri juga berperan besar. Orang yang belum terbiasa berbicara di depan umum sering merasa kemampuannya tidak cukup baik, baik dari segi cara bicara, penampilan, maupun penguasaan materi. Pengalaman buruk di masa lalu, seperti pernah diejek atau gagal saat tampil, dapat memperkuat rasa malu tersebut.
Faktor lain adalah reaksi tubuh terhadap stres. Saat berada di pusat perhatian, tubuh bisa merespons dengan jantung berdebar, tangan berkeringat, atau suara gemetar. Reaksi ini sering disalahartikan sebagai tanda kelemahan, padahal sebenarnya respons alami tubuh terhadap situasi yang dianggap menantang.
Terakhir, budaya dan pola asuh juga memengaruhi. Dalam lingkungan tertentu, bersuara lantang atau menonjol dianggap tidak sopan, sehingga seseorang tumbuh dengan kebiasaan menahan diri. Kabar baiknya, rasa malu ini bisa dikurangi melalui latihan, pengalaman, dan membangun pola pikir yang lebih positif terhadap diri sendiri.
Mengingat hal yang demikian tentu situasi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,dalam artian kita harus melakukan perlawanan agar situasi tersebut tidak mengganggu hidup dan karir kita. Dibutuhkan jiwa sabar dan tabah menjalaninya karena tentu tidak bisa dilakukan dalam waktu sedemikian cepat.
Berikut beberapa trik praktis agar bisa tampil lebih percaya diri di depan banyak orang:
1. Persiapkan diri dengan matang
Kuasai materi yang akan disampaikan. Semakin paham isi pembicaraan, semakin kecil rasa takut salah. Persiapan yang baik akan menumbuhkan rasa aman dan keyakinan diri.
2. Latihan secara bertahap
Mulailah berlatih di depan cermin, lalu di depan teman atau kelompok kecil. Dari situ, tingkatkan perlahan ke audiens yang lebih besar. Kebiasaan ini membantu tubuh dan pikiran beradaptasi.
3. Atur napas dan bahasa tubuh
Tarik napas dalam sebelum tampil untuk menenangkan diri. Berdiri tegak, bahu rileks, dan lakukan kontak mata sederhana. Bahasa tubuh yang tenang akan “mengirim sinyal” percaya diri ke otak.
4. Ubah cara pandang tentang audiens
Anggap audiens sebagai teman yang ingin mendengarkan, bukan hakim yang siap mengkritik. Fokus pada menyampaikan pesan, bukan pada menilai diri sendiri.
5. Terima rasa gugup sebagai hal wajar
Gugup bukan tanda ketidakmampuan. Justru banyak pembicara hebat tetap merasa gugup, tetapi mereka belajar mengelolanya. Jangan melawan gugup—kelola dan gunakan sebagai energi positif.
6. Gunakan pembukaan yang dikuasai
Hafalkan atau kuasai kalimat pembuka. Saat awal berjalan lancar, kepercayaan diri biasanya langsung meningkat.
7. Evaluasi, bukan menghakimi diri
Setelah selesai, evaluasi apa yang bisa diperbaiki tanpa menyalahkan diri sendiri. Setiap penampilan adalah proses belajar.
Demikian beberapa hal yang bisa di obati dilaksanakan agar setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi seorang pemimpin

Selasa, 16 Desember 2025

Seragam

Berada di pertigaan jalan di ujung kecamatan pagi ini membuat mata saya sedikit lebar. Banyak yang disaksikan dan siap pula untuk sekedar dijadikan bahan perbincangan. Demikianlah hidup memang selalu hidup dan gerakannya selalu tidak pernah meredup. Dimulai ketika sebelum subuh kita membuka mata dan sebelum dini hari kita menutup mata, tidur dan istirahat. 
Pagi ini saya bangga sekali memakai seragam dan saya meyakini setiap orang pasti bangga memakai seragam. Saat memakainya, ada kebanggaan yang membuat kita bisa membusungkan dada. Rasa tersebut itulah yang kemudian mendatangkan  percaya diri. 

Baju seragam merupakan pakaian yang digunakan secara bersama oleh anggota suatu kelompok, seperti di sekolah, tempat kerja, atau organisasi tertentu. Seragam bukan sekadar penutup tubuh, tetapi juga simbol identitas dan kebersamaan. Dengan memakai seragam, seseorang dapat langsung dikenali sebagai bagian dari suatu institusi, sehingga tercipta kesan rapi, teratur, dan profesional dalam lingkungan tersebut.

Salah satu manfaat utama penggunaan seragam adalah menumbuhkan rasa persamaan. Seragam mengurangi perbedaan status sosial, ekonomi, maupun gaya berpakaian antarindividu. Ketika semua orang mengenakan pakaian yang sama, fokus tidak lagi tertuju pada penampilan luar, melainkan pada peran, tanggung jawab, dan tujuan bersama yang ingin dicapai.

Dari sisi psikologis, memakai seragam dapat meningkatkan rasa percaya diri dan disiplin. Seragam membantu membentuk pola pikir bahwa seseorang sedang berada dalam situasi formal atau tanggung jawab tertentu. Hal ini mendorong individu untuk bersikap lebih serius, tertib, dan menghargai aturan yang berlaku, baik di sekolah maupun di tempat kerja.

Selain itu, seragam juga berdampak positif terhadap rasa kebersamaan dan solidaritas. Ketika seseorang mengenakan seragam yang sama dengan orang lain, muncul perasaan menjadi bagian dari satu tim. Secara psikologis, hal ini dapat meningkatkan rasa memiliki, loyalitas, serta motivasi untuk bekerja sama dan saling mendukung dalam mencapai tujuan kelompok.

Namun, penggunaan seragam juga perlu diseimbangkan dengan kenyamanan dan kebebasan berekspresi. Jika dirancang dengan baik dan sesuai kebutuhan, seragam dapat memberikan dampak positif yang besar bagi individu maupun kelompok. Dengan demikian, baju seragam tidak hanya berfungsi sebagai pakaian kerja atau sekolah, tetapi juga sebagai alat pembentuk karakter, sikap, dan kesehatan psikologis penggunanya.

Kamis, 11 Desember 2025

MISKIN = MINDSET

Kalimat yang sering diucapkan orang kalangan ekonomi menengah tanpa mengetahui bagaimana kenyataan yang sebenarnya.Banyak orang ternyata sangat sentimen terhadap perilaku-perilaku yang biasa dilakukan orang-orang miskin. Contohnya:

1. "udah tau miskin kenapa punya anak"
2. "mereka miskin karena mereka ga punya skill"
3. "kerja keras biar ga jadi orang miskin", dll

Apapun yang mereka katakan terhadap orang-orang miskin itu adalah kebodohan paling mutlak yang pernah saya lihat.

Sekarang begini pertanyaanya…
Bagaimana bisa orang-orang yang terlahir tanpa pendidikan dan pangan yang cukup bisa memikirkan hal-hal seperti itu? atau bagaimana bisa mereka tau bahwa hal-hal yang sedang mereka lakukan saat ini itu tidak seharusnya dilakukan? mereka ga terpapar pendidikan yang cukup loh, apa yang kalian harapkan dari mereka? invest crypto dari duit hasil mulung sampah?

Kenyataanya pahit, tapi orang yang terlahir miskin itu memang punya "kesulitan" hidup yang sangat berbeda dari kita kebanyakan.

Bukan karena mereka males, bukan karena mereka kurang kerja keras ataupun yang lain.
Mereka memang tidak beruntung, mereka juga tidak ingin dilahirkan dalam kondisi seperti itu tapi nyatanya? kenyataan yang pahit berdiri dihadapan mereka.

Jujur saya terkadang suka kesal terhadap orang-orang yang selalu sentimen terhadap orang-orang miskin ini. Banyak faktor yang bikin orang menjadi miskin, bukan karena kurang kerja keras ataupun males. Mereka aja kurang terpapar pendidikan yang layak kok, bagaimana bisa anda berharap mereka bisa jadi sukses dengan sendirinya tanpa bantuan orang-orang mampu dari kita?

Seharusnya mereka malu ketika,
Udah berpendidikan cukup, makan terpenuhi & bisa main hp, tapi hidupnya masih gitu-gitu aja.
Banyak orang-orang ga seberuntung kita, maka jangan besar kepala dan terus fokus kembangin diri kita daripada meremehkan orang lain supaya kita terlihat tinggi.

Selasa, 09 Desember 2025

LIBUR SEMESTER INI

Pembelajaran di semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 sebentar lagi akan berakhir.Saya berani memastikan karena saat saya menulis ini saya sedang memegang kalender pendidikan tahun ajaran 2025/2026. Insyaallah diperkirakan dalam dua pekan lagi siswa akan menikmati liburan semester ganjil selama kurang lebih dua pekan. Tepatnya adalah tanggal 22 Desember 2025 sampai dengan tanggal 4 Januari 2026. Pembelajaran akan kembali aktif di semester genap nanti pada 5 Januari 2026. Semuaa siswa tentu amat bergembira karena di libur semester nanti banyak kegiatan santai yang bisa mereka lakukan untuk merefresh pikiran.
Bagaimana dengan para pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah ? Rupanya harapan libur semester yang panjang ini tidak berlaku untuk guru dan tenaga kependidikan. Info awal ( ini di kabupaten di mana saya tinggal ) guru diberi kesempatan libur hanya satu pekan saja, sementara pekan lainnya harus masuk sekolah guna melakukan persiapan-persiapan menyambut semester genap. Kebanyakan guru di kabupaten kami memilih libur pada pekan kedua tepatnya 29 Desember 2025 sampai dengan 4 Januari 2026. Alasan kuatanya adalah di pekan itu mereka bisa menikmati liburan tahun baru 2026. Tetapi tetap saja menyisakan tanya kenapa libur semester para guru dan tendik mesti disunat. Persiapan menyambut semester genap kan sesungguhnya bisa dilakukan di rumah atau di tempat mana saja,asalkan ada komitmen kuat dalam diri guru ?
Harapan itu kemudian membuncah di dada para guru karena pada awal Desember 2025 terbit Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kegiatan Murid selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Beberapa guru dan tenaga kependidikan berharap salah satu yang diatur adalah guru menikmati libur selama dua pekan penuh. Bahkan di media sosial beredar berita bahwa libur dua pekan itu pasti dan harus dilakukan oleh pemerintah daerah masing masing. Namun sampai dengan saat tulisan ini dibuat,tidak ada surat edaran dinas yang mengatur liburan semester ini. Dan ketika beberapa teman yang memiliki literasi tinggi mencoba membaca dan memahami surat edaran Kemendiknas itu,dipastikan tidak ada bagian yang menyebutkan bahwa guru dan tenaga kependidikan leluasa menikmati libur semester ganjil selama dua pekan.
Ya Allah , diprank lagi !!!!

Jumat, 05 Desember 2025

KERAS,CERDAS,DAN IKHLAS

Ada satu orang tokoh politik di Indonesia yang diam diam saya kagumi karena integritas beliau yang sangat tinggi kepada negeri serta persentase kinerjanya yang di luar nalar. Tokoh tersebut adalah Susi Pujiastuti,seorang mantan menteri yang dibuang oleh salah satu presiden,justru karena dua hal yang disebut di atas. Kalau mau jujur,sulit lho menemukan orang orang yang memiliki kualitas lengkap seperti beliau Susi Pujiastuti. Diluar kehidupan pribadinya yang kontroversial ternyata ada sisi sisi positif yang bisa dijadikan pedoman selama hidup. Salah satu prinsip beliau yang cukup menarik adalah "bekerja keras adalah bagian dari fisik,bekerja cerdas adalah bagian dari otak dan bekerja ikhlas adalah bagian dari hati ".
Bekerja keras adalah kegiatan yang pasti melibatkan fisik kita,karena dalam bekerja tersebut dibutuhkan tenaga yang cukup agar pekerjaan kita menjadi cepat selesai. Dengan bekerja keras,kita menyalurkan tenaga kita ke arah yang benar dan yang paling penting adalah fisik kita akan selalu terjaga bugar sepanjang usia.
Dalam perjalanan hidup tentu tenaga kita tidak mungkin terjaga secara tetap karena semakin tua usia,dipastikan tenaga kita semakin lemah. Tentunya kita tidak bisa menforsir fisik kita menyelesaikan setiap pekerjaan. Untuk menopang kegiatan fisik tersebut,Tuhan menganugerahkan kepada manusia segumpal daging yang disebut otak. Maka kemudian manusia harus belajar untuk juga bekerja cerdas. Kegiatan bekerja cerdas adalah melatih otak kita,sehingga di samping mengurangi intensitas kerja fisik,kerja cerdas ini juga bisa menjadi pembeda kerja yang dilakukan oleh manusia dengan kerja yang dilakukan binatang.Bekerja cerdas berarti tahu cara yang paling efisien untuk mencapai tujuan, memprioritaskan tugas, dan menggunakan teknologi atau sistem yang tepat. Komponen ini memastikan bahwa energi fisik yang dicurahkan (kerja keras) disalurkan ke arah yang paling produktif.
Bagian paling krusial dan sering dilupakan oleh sebagian besar manusia adalah bekerja ikhlas. Ikhlas adalah dimensi spiritual dan emosional dari pekerjaan. Ini berarti melakukan sesuatu dengan tulus, tanpa mengharapkan imbalan langsung atau pujian berlebihan, dan berorientasi pada tujuan yang lebih besar dari diri sendiri. Ketika seseorang bekerja dengan ikhlas, integritasnya terjaga, kualitas pekerjaannya meningkat, dan ia menjadi lebih tahan terhadap tantangan. Ikhlas memberikan makna mendalam pada usaha yang dilakukan, menjadikannya sumber kebahagiaan sejati, bukan hanya alat untuk mencapai kekayaan atau status.
Dari ketiga bentuk kerja tersebut kita memahami bahwa kesuksesan yang berkelanjutan dan memuaskan adalah hasil dari perpaduan harmonis antara tiga pilar ini: Fisik (keras), Otak (cerdas), dan Hati (ikhlas). Kerja keras menyediakan volume, kerja cerdas memberikan arah, dan kerja ikhlas memberikan nilai serta ketenangan batin. Jika salah satu hilang, hasilnya akan timpang. Bekerja keras tanpa cerdas menghasilkan kelelahan sia-sia; bekerja cerdas tanpa keras menghasilkan perencanaan tanpa eksekusi; dan keduanya tanpa ikhlas hanya akan menghasilkan prestasi yang hampa makna.
Semoga ini bisa memberikan pemahaman dan nilai tambah yang berarti dalam hidup kita